Kebijakan Ham Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan dalam Pemberian Remisi dan Pembebasan Bersyarat Kepada Koruptor

Main Article Content

Jhansen Siahaan
Patricia Rinwigati

Abstract

In the current period, human rights are highly respected, as can be seen from the strategy of enforcing human rights itself by guaranteeing human rights for convicts of criminal acts of corruption who have been imprisoned for a long or short time, therefore they must also pay attention to their human rights such as welfare while serving. detention period. This scientific journal research method uses a normative research type. Based on the results of the research analysis, remission and conditional release are a form of protection from the state for the human rights of convicts of criminal acts of corruption, with restrictions by the state on their freedom, such as conditional release which can be granted after serving a minimum of 2/3 of the criminal term and has served well. both during the period of detention, with a minimum sentence of nine months. Where the granting of remissions and parole is still given. There are several other rights, firstly, prisoners have the right to worship in accordance with their religion, secondly, prisoners have the right to receive treatment, thirdly, to receive health services, fourthly, to receive education, fifthly, the right to express their complaints. Sixth, get reading material, seventh, get wages for the work you have done. Eighth, the right to receive family visits. And prisoners have the right to obtain other rights in accordance with applicable legal regulations.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Siahaan, J., & Rinwigati, P. (2024). Kebijakan Ham Berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan dalam Pemberian Remisi dan Pembebasan Bersyarat Kepada Koruptor. UNES Law Review, 6(2), 7236-7247. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2.1611
Section
Articles

References

Ali, Zainudin. (2009). Sosiologi Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.
-----. (2014). Metode Penelitian Hukum, Sinar Grafika, Jakarta.
Anggraeni, Puspitasari Cita. (2018) Tanggung Jawab Pemerintah Dalam Pelanggaran Hak Narapidana Dan Tahanan Pada Lembaga Pemasyarakatan/Rumah Tahanan Negara. Jurnal Panorama Hukum 3 (2).
Arinanto, Satya. (2011). Human Rights In Context of The Historical Non-Aligned Countrues Debates on Universalism and Cultural Realitivsm, and Current Human Rights Development In Indonesia.
Arrasjid, Chainur. (2000). Dasar-Dasar Ilmu Hukum. Bandung: Sinar Grafika.
Assiddiqie. (2007). Pokok-Pokok Hukum Tata Negara. Jakarta: PT. Bhuanan Ilmu Populer.
Hendratno Edie, Tooet. (2014). Kebijakan Pemberian Remisis Bagi Koruptor, Suatu Telaah Kritis Dari Perspektif Sosiologi Hukum. Jurnal Hukum Dan Pembangunan 2 (5).
Hidayat, Eko. (2017) Perlindungan Hak Asasi Manusia Dalam Negara Hukum Indonesia. Hukum Dan Keadilan 2 (4).
Jaya, Serikat Putra Nyoman. (2010). Kapita Selekta Hukum Pidana. Semarang: Badan Penerbit UNDIP.
Julia, Tucunan Emmy. (2014) Hak Remisi Narapidana Tindak Pidana Korupsi. Lex Crimen III (1).
Julian Pranata. (2021). Kajian Komperatif Tentang Pembebasan Bersyarat Sebagai Upaya Pembinaan Narapidana Dalam Perspektif Hukum Positif Dan Hukum Islam. Hukum Keadilan Indonesia 3 (5).
Michael, Donny. (2018) Penerapan Hak-Hak Narapidana Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 A Tanjung Gusta, Sumatera Utara Ditinjau Dari Perspektif Hak Asasi Manusia Jurnal Penelitian Hukum De Jeru 17 (2).
Muhammad, I. (2015). Hak Asasi Manusia Dalam Perkembangan Rile Of Law. Jurnal Pusham Unimed VI (I).
Naomi, Rotua Gultom Laura. (2020) Studi Komparatif Antara Justice Colaborator Dengan Whistleblower Dalam Tindak Pidana Korupsi. Corruptio 1 (2).
Nazmi, Yunas Didi. (2002). Konsepsi Negara Hukum. Malang: Angkasa Raya.
Novita. (2019) Pelaksanaan Remisi Dalam Tindak Pidana Korupsi. Morality: Jurnal Ilmu Hukum 5 (1).
Nur Aeni, Dewi, Melisa dan Tri Tri Bawono. (2020) Penjatuhan Pidana Mati Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Hukum Dan Keadilan 2 (8).
Oktafia, Dwi dan Nita Ariyani. (2020) Model Pelindungan Hukum Terhadap Justice Collaborator Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 27 (2).
Purnomo, Bambang. (2009) Pelaksanaan Pidana Penjara Dengan Sistem Pemasyarakatan. Jakarta Selatan: Liberty.
Rahayu Wilujeng, Sri (2021). Hak Asasi Manusia Tinjauan Dari Aspek Historis Dan Yuridis. Jurnal Hukum Adil 5 (6).
Razi, Fachruddin. (2016) Pemberian Remisi Terhadap Terpidana Korupsi Dalam Perwujudan Persamaan Kedudukan Dalam Hukum. Hukum Keadilan Indonesia 3 (5).
Rhona, K.M Smith, Hostmaelingan Nijal, Christian Ranheim, Satya Arinanto, dan Fajrul Falaakh. (2020). Hukum Hak Asasi Manusia. Yogyakarta: Pusat Studi Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia.
Satya, Arinanto. (2011). Human Rights In Context of The Historical Non-Aligned Countrues Debates on Universalism and Cultural Realitivsm, and Current Human Rights Development In Indonesia.
Setiadi, Edi dan Rena Yulia. (2010). Hukum Pidana Ekonomi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Setiady, Tolib. (2010) Pokok-Pokok Hukum Penintensier. Bandung: Alfabeta.
Simanjuntak, Freddy, Dianita Eka Hutabarat, Widya Estella, dan Dendy Natalius Purba. (2020). Penerapan Surat Dakwwan Oleh Jaksa Penuntut Umum Berdasarkan Hukum Positif Indonesia. Journal Of Law 3 (2).
Smith Rhona. (2021) Human Rights: University and University. London: Martinus Nijhoff Publishers.
Sulisworo, Dwi. (2012) Hak Azazi Manusia. Jakarta Selatan: Kementerian Pesndidikan dan Keudayaan.
Tooet, Hendratno Eddi. (2014). Kebijakan Pemberian Remisis Bagi Koruptor, Suatu Telaah Kritis Dari Perspektif Sosiologi Hukum. Jurnal Hukum Dan Pembangunan 2 (5).
Tri Nandini Rizkyana dan Dina Yeti Utami. (2021) Relevansi HAM Dalam Perspektif Hukum Di Indonesia. Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori Dan Praktik Pendidikan PKN 8 (1)
Undang-Undang Nomor 22 tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Wachid, Abd Moch. (2015) Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi Oleh KPK. Maksigama Jurnal Hukum 18 (1).
Yasin, Johan. (2003). Hak Asasi Manusia Dan Hak Serta Kewajiban Warga Negara Dalam Hukum Positif Indonesia. Ilmu Hukum Syiar Madani 5 (1).
Yoga, Haktmoko Yoga. (2016). Kebijakan Pemberian Pembebasan Bersyarat Terhadap Narapidana Pelaku Tindak Pidana Khusus Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Kedungpane Semarang. Diponegoro Law Journal 5 (3).