Prinsip Deklaratif Dalam Regulasi Hak Cipta Di Indonesia

Main Article Content

Dina Nurusyifa

Abstract

Hak cipta timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif, menimbulkan pertanyaan penting tentang bagaimana prinsip ini mempengaruhi hak cipta atas suatu ciptaan. Artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam konsep prinsip deklaratif dengan mengaitkannya dengan hak cipta yang bersifat otomatis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah Penelitian berisifat normatif. Data yang gunakan dalam penulisan ini adalah data sekunder berupa bahan-bahan hukum yang terdiri dari: Bahan hukum primer, Sekunder, dan tersier yang membahas tentang Hak Cipta dan prinsip deklaratif dan topik-topik terkait yang dibutuhkan untuk menysun tulisan ini. Kesimpulan yang didapat dari penulisan ini adalah berbeda dengan jenis KI lain, Perlindungan hak cipta lahir secara otomatis atau langsung, berdasarkan prinsip deklaratif, dan setelah ciptaannya memiliki syarat-syarat subjektivitas yaitu: orisinal, dan sudah difiksasi. UHC 2014 tidak memberikan definisi langsung terkait prinsip deklaratif tersebut. Meskipun tidak secara eksplisit dijelaskan dalam regulasi, prinsip ini memegang peranan penting dalam menentukan lahirnya perlindungan hak cipta. Prinsip deklaratif hanya dimiliki hak cipta. Beberapa jenis ciptaan hak ekonominya dimulai setelah pengumuman tergantung subjek dan/atau objek hak cipta. Jika dilihat dari definisi Deklaratif dan pengumumaan, deklaratif lebih sederhana dan umum. Sedangkan Pengumuman, pembacaan, penyiaran, dan pameran memberi definisi lebih khusus. Dengan melakukan pengumuman, dapat diartikan telah melakukan prinsip deklaratif. Prinsip deklaratif dapat menjadi dasar bagi Pencipta untuk mengkomunikasikan karyanya yang telah diwujudkan dalam bentuk nyata kepada pihak lain.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Nurusyifa, D. (2023). Prinsip Deklaratif Dalam Regulasi Hak Cipta Di Indonesia. UNES Law Review, 6(2), 6361-6367. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2.1476
Section
Articles

References

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. LN Tahun 2014/No. 266, TLN No. 5599, LL SETNEG:57.
Atmadja, H. T. (2004). Perlindungan Hak Cipta Musik atau Lagu. Jakarta: Hatta International.
Dirdjoosisworo, S. (2005). Antisipasi Terhadap Bisnis Curang. Bandung: CV Utomo.
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. (2020). Modul Kekayaan Intelektual Tingkat Dasar Bidang Hak Cipta. Jakarta.
DJKI. (n.d.), Hak Cipta: https://www.dgip.go.id/menu-utama/hak-cipta/pengenalan
Jened, R. (2014). Hukum Hak Cipta (Copyright Law). Bandung: PT Citra Aditya Bakti.
KBBI kemendikbud. (n.d.). KBBI VI Daring. Retrieved from KBBI Kemendikbud: https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/pembacaan
Kesowo, B. (2021). Pengantar Pemahaman konsepsi dasar sekitar hak atas kelayaan intelektual (HAKI). Jakarta: Sinar Grafika.
Nainggolan, B. (2021). Komentar Undang-Undang Hak Cipta. Bandung: P.T. Alumni.
Nurdahniar, I. (2016). Analisa Penerapan Prinsip Perlindungan Langsung Dalam Penyelenggaraan Pencatatan Ciptaan. Veritas et Justitia: Jurnal Ilmu Hukum, 231-251.
Ridwan, K. (2011). Pengantar Hukum Dagang Indonesia I. Yogyakarta: Gama Media.
Riswandi, B. A. (2006). Masalah-masalah HAKI Kontemporer. Yogyakarta: Ginstagari.
Sardjono, A. (2010). Hak Cipta Bukan Hanya Copyright . Jurnal Hukum dan Pembangunan Tahun ke-40 No. 2 , 255.
Sari, P. E. (2021). Kebutuhan Perluasan Doktrin Orisinalitas dan Fiksasi Dalam Undang-Undang Hak Cipta Sebagai Perlindungan Kreativitas Anak Bangsa. Dharmasisya: Vo. 1, Article 10.
Sari, P. E. (2021). Kebutuhan Perluasan Doktrin Orisinalitas dan Fiksasi Dalam Undang-Undang Hak Cipta Sebagai Perlindungan Kreativitas Anak Bangsa. Dharmasisya: Vo. 1, Article 10.
Schwarz F.S. Liuw, V. Y. (2020). Tinjauan Hukum Pengaturan Hak Cipta sebagai Objek Jaminan Fidusia Menurut Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Lex Privatum Vol VIII/No.4/Okt-Des, .
Swari, N. K. (2023). Makna Deklaratif di dalam Undang-Undang Hak Cipta pada Karya Musik dan/atau Lagu. Skripsi. Depok: Fakultas Hukum Universitas Indoneesia.
WIPO. (n.d.). Limitations and Exceptions: https://www.wipo.int/copyright/en/limitations/,
WIPO. (n.d.). WIPO. Summary of the Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Works: Perlindungan hak cipta lahir secara otomatis atau langsung juga berlaku secara internasional, selama negara tersebut merupakan negara penandatangan Berne Convention.
Yanto, O. (2016). Konvensi Bern dan Perlindungan Hak Cipta. Jurnal Surya Kencana Dua Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan Vol. 6 No. 1, 108-122.