Rekonstruksi Penegakan Sanksi Pidana Terhadap Justice Collaborator dalam Perspektif Kepastian Hukum dan Keadilan

Main Article Content

Hassanain Haykal

Abstract

Law enforcement is an important aspect of a legal system, where a good law enforcement will achieve the rule of law. Law enforcement cannot be separated from enforcing sanctions and procedural enforcement. In the realm of criminal law, the enforcement of sanctions against perpetrators of criminal acts should be in accordance with the norms that set out in statutory regulations and fulfill the legal certainty and justice. However, enforcement of sanctions must also consider certain reasons that cause criminal sanctions to fulfill a sense of justice without eliminating the certainty of law, one of which is the enforcement of sanctions against Justice Collaborators. For this reason, it is necessary to reconstruct the enforcement of criminal sanctions against Justice Collaborators. The research methods used in this paper is Normative Juridical, with a conceptual approaches, cases and statutory approach, with the theory of legal certainty and justice. Based on this, the reconstruction that can be carried out is to determine the amount of imprisonment in the statutory regulations toward Justice Collaborators by providing leniency (imprisonment) as much as half of the maximum sanction from the article charged.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Haykal, H. (2023). Rekonstruksi Penegakan Sanksi Pidana Terhadap Justice Collaborator dalam Perspektif Kepastian Hukum dan Keadilan. UNES Law Review, 6(2), 4691-4700. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i2.1191
Section
Articles

References

Al Fikri, M. A., Najicha, F. U., & Handayani, I. G. A. K. R. (2022). Penerapan Strict Liability oleh Perusahaan dalam Rangka Konservasi Lingkungan Hidup di Indonesia. Indonesian State Law Review (ISLRev), 5(1), 1–7.
Ali, M. (2022). Dasar-dasar hukum pidana. Sinar Grafika.
Aulia, M. Z. (2018). Hukum Pembangunan dari Mochtar Kusuma-atmadja: Mengarahkan Pembangunan atau Mengabdi pada Pembangunan? Undang: Jurnal Hukum, 1(2), 363–392.
Chazawi, A. (2007). Pelajaran Hukum Pidana II. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Chazawi, A. (2022). Malapraktik Kedokteran. Sinar Grafika.
dalam Shidarta, L. J. van A. (2006). Moralitas Profesi Hukum Suatu Tawaran Kerangka Berfikir. PT Repika Aditama, Bandung.
Darmodiharjo, D. (1995). Pokok-pokok filsafat hukum: apa dan bagaimana filsafat hukum Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.
Donardono, D. (2007). Wacana Pembaharuan Hukum di Indonesia. Jakarta: HuMa.
Garner, B. A. (1999). Black’s law dictionary, St. Paul, MN: West Group, 1276.
Kansil, F. I. (2014). Sanksi Pidana dalam Sistem Pemidanaan Menurut KUHP dan di Luar KUHP. Lex Crimen, 3(3).
Kusumaatmadja, M. (2002). Konsep-konsep hukum dalam Pembangunan.
Manalu, R. Y. (2015). Justice Collaborator Dalam Tindak Pidana Korupsi. Lex Crimen, 4(1).
Moeljatno, S. H. (2002). Asas-asas Hukum Pidana. Rineka Cipta, Jakarta.
Nugroho, W. (2017). Rekonstruksi teori hukum pembangunan Kedalam pembentukan perundang-undangan lingkungan hidup dan sumber daya alam pasca reformasi Dalam bangunan negara hukum. Jurnal Legislasi Indonesia, 14(4), 369–382.
Remmelink, J. (2003). Hukum Pidana: Komentar atas Pasal-Pasal Terpenting Dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.
Rifaldi, M. (2022). ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP JUSTICE COLLABORATOR DALAM PERKARA TINDAK PIDANA. Universitas Islam Kalimantan MAB.
Sastrawidjaja, S. (1996). Hukum pidana: asas hukum pidana sampai dengan alasan peniadaan pidana. Armico.
Soekanto, S. (1985). Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat. Cet.
Suhariyono, A. R. (2018). Penentuan sanksi pidana dalam suatu undang-undang. Jurnal Legislasi Indonesia, 6(4), 615–666.
Tongat, T. (2015). Rekonstruksi Politik Hukum Pidana Nasional (Telaah Kritis Larangan Analogi dalam Hukum Pidana). Jurnal Konstitusi, 12(3), 524–541.